Pengertian darah dan fungsi darah, dalam tubuh manusia terdapat darah yang memiliki fungsi sangat penting untuk tubuh, maka perlulah untuk dipahami apa pengertian dan fungsi darah yang ada dalam tubuh, maka situgaskelas akan berbagi tentang pengertian dan fungsi darah dalam tubuh.
Volume darah dalam tubuh laki – laki dewasa antara 5 s.d 6 liter, sedangkan pada wanita dewasa antara 4 – 5 liter atau lebih kurang sepertiga belas berat tubuh. Darah pada manusia terdiri dari dua komponen utama yaitu sel – sel darah dan plasma darah. Sel – sel darah ada tiga macam, yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) dan trombosit (sel pembeku darah atau keeping – kepng darah). Sel –sel darah dan keeping – keeping darah terbentuk dari stem cell (sel asal) yang sama
a. Mengangkut Oksigen dari Paru – paru ke seluruh jaringan tubuh
Kandungan oksigen dalam darah antara 0,36% - 20% karena adanya ikatan oksigen dengan hemoglobin maka kadar oksigen dalam darah akan meningkat
b. Mengangkut sari – sari makanan dari usus ke jaringan tubuh
Sari makanan masuk ke dalam pembuluh kapiler villi usus halus, kemudian oleh plasma diangkut melalui hati ke system sirkulasi. Glukosa dan asam amino dari kapiler masuk ke dalam sel – sel tubuh. Di dalam otot, glukosa dibbakar denga menghasilkan energy untuk kontraksi otot, sedangkan asam amino akan digunakan untuk membentuk protein yang baru serta membentuk sel – sel atau jaringan yang baru
c. Mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru – paru
Karbon dioksida hasil dari pernapasan dilepas dari plasma dan masuk ke dalam dinding kapiler secara difusi, kemudian dibawa ke paru – paru untuk dibuang, karbon dioksida yang ada dalam darah antara 2,7% hingg 60%, sebagian karbon dioksida membentuk hydrogen karbonat atau bikarbonat berupa ion (HCO3-) yang diangkut ke plasma dan sel darah merah, di paru – paru, hydrogen karbonat diuraikan menjadi air dan karbon dioksida. Karbon dioksida dalam pembuluh kapiler secara difusi masuk ke dalam alveolus paru - paru
d. Mengangkut hasil ekskresi dari jaringan tubuh ke ginjal
Berbagai hasil reaksi kimia, meliputi protein dan asam amino, membentuk ikatan nitrogen sebagai hasil akhir yang bersifat racun, misalnya urea dan asam urik, zat – zat ini masuk ke dalam pembuluh kapiler atau ke system limfa dan segera diangkut oleh plasma atau limfa dibawa ke ginjal untuk segera dikeluarkan
e. Mengatur dan mengontrol temperature tubuh
Aktifitas tubuh dan adanya reaksi kimia dalam tubuh akan melepaskan panas, proses ini berlangsung tidak sema pada setiap organ tubuh. Misalnya adanya reaksi kimia dalam hati dan kontraksi otot anggota tubuh, panas yang dihasilkan diedarkan ke seluruh tubuh sehingga kesamaan temperature terjadi di seluruh tubuh dan tetap terpelihara, demikian juga hilangnya panas dari kulit dapat diatur sehingga temperature tubuh tetap konstan
f. Mengatur distribusi Hormon
Hormon adalah zat –zat kimia yang mempengaruhi proses metabolism dalam tubuh, dari kelenjar yang menghasilkan, hormone diangkut oleh plasma ke bagian tubuh yang memerlukan, setiap hormon dapat mempengaruhi kerja satu atau lebih organ tubuh dan berfungsi untuk menjaga keseimbangan kerja organ tubuh.
g. Menutup luka
Bila terjadi luka, darah keluar di sekitar luka. Fibrinogen dalam plasma darah berubah bentuk menjadi fibrin yang keluar dari plasma seperti serabut dan membentuk anyaman pada luka untuk menutup darah yang keluar sehingga darah membeku dan luka tertutup, selain itu, fibrin juga berfungsi untuk mencegah masuknya bakteri serta zat – zat racun lainnya, darah menggumpal, membeku, kering, dan mengeras sehingga luka terhindar dari infeksi, sementara jaringan baru terbentuk.
h. Mencegah infeksi
Kulit merupaan penghalang masuknya beberapa macam bakteri ke dalam tubuh yang dilengkapi dengan cairan berupa lender dan zat – zat kimia, jika kulit rusak, misalnya luka atau lecet, kemungkinan bakteri dapat masuk. Sel darah putih akan keluar dari kapiler yang akan melawan bakteri yang masuk, jika darah putih tidak dapat bertahan dan mati bersama – sama dengan rusaknya jaringan yang berada di sekitarnya akan menimbulkan bengkak juga membentuk nanah
Darah putih menghancurkan bakteri dengan cara menggumpalkan sebelum bakteri masuk ke sistem sirkulasi, jika ada bakteri yang bisa masuk kedalam pembuluh darah kemudian ikut dengan aliran darah maka segera ditangkap oleh granulosit didalam kelenjar limfa, limfa, dan hati, darah putih dalam jaringan ini disebut makrofage
Untuk mencegah infeksi luka harus dirawat dengan baik. Luka perlu diberi obat untuk menghilangkan bakteri, selain itu perlu dibalut dengan kain pembalut yang bersih dan steril atau suci hama sehingga bakteri mati, demikian pula pakaian, tangan, dan alat – alat lainnya harus steril
Luka yang agak dalam perlu diberi suntikan anti tetanus serum (ATS) secepat mungkin karena kemungkinan bakteri tetanus masuk ke dalam luka. Bakteri tetanus yang masuk ke dalam luka akan mengeluarkan toksin tetanus yang sangat berbahaya karena menyerang system saraf dan sukar dilawan oleh antbodi di dalam tubuh, dengan adanya suntikan ATS, bakteri tetanus tidak dapat berkembang baik dan akhirnya binasa.
Pengertian Darah
Darah merupakan suatu suspense berwarna merah yang terdapat didalam pembuluh darah, warna merah ini dapat berubah – ubah tergantung kadaroksigen dan kadar karbon dioksida yang terkandung didalamnya| via gbislcc |
Volume darah dalam tubuh laki – laki dewasa antara 5 s.d 6 liter, sedangkan pada wanita dewasa antara 4 – 5 liter atau lebih kurang sepertiga belas berat tubuh. Darah pada manusia terdiri dari dua komponen utama yaitu sel – sel darah dan plasma darah. Sel – sel darah ada tiga macam, yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) dan trombosit (sel pembeku darah atau keeping – kepng darah). Sel –sel darah dan keeping – keeping darah terbentuk dari stem cell (sel asal) yang sama
Fungsi Darah
Dalam system sirkulasi, darah mempunyai beberapa fungsi berikut.a. Mengangkut Oksigen dari Paru – paru ke seluruh jaringan tubuh
Kandungan oksigen dalam darah antara 0,36% - 20% karena adanya ikatan oksigen dengan hemoglobin maka kadar oksigen dalam darah akan meningkat
b. Mengangkut sari – sari makanan dari usus ke jaringan tubuh
Sari makanan masuk ke dalam pembuluh kapiler villi usus halus, kemudian oleh plasma diangkut melalui hati ke system sirkulasi. Glukosa dan asam amino dari kapiler masuk ke dalam sel – sel tubuh. Di dalam otot, glukosa dibbakar denga menghasilkan energy untuk kontraksi otot, sedangkan asam amino akan digunakan untuk membentuk protein yang baru serta membentuk sel – sel atau jaringan yang baru
c. Mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru – paru
Karbon dioksida hasil dari pernapasan dilepas dari plasma dan masuk ke dalam dinding kapiler secara difusi, kemudian dibawa ke paru – paru untuk dibuang, karbon dioksida yang ada dalam darah antara 2,7% hingg 60%, sebagian karbon dioksida membentuk hydrogen karbonat atau bikarbonat berupa ion (HCO3-) yang diangkut ke plasma dan sel darah merah, di paru – paru, hydrogen karbonat diuraikan menjadi air dan karbon dioksida. Karbon dioksida dalam pembuluh kapiler secara difusi masuk ke dalam alveolus paru - paru
d. Mengangkut hasil ekskresi dari jaringan tubuh ke ginjal
Berbagai hasil reaksi kimia, meliputi protein dan asam amino, membentuk ikatan nitrogen sebagai hasil akhir yang bersifat racun, misalnya urea dan asam urik, zat – zat ini masuk ke dalam pembuluh kapiler atau ke system limfa dan segera diangkut oleh plasma atau limfa dibawa ke ginjal untuk segera dikeluarkan
e. Mengatur dan mengontrol temperature tubuh
Aktifitas tubuh dan adanya reaksi kimia dalam tubuh akan melepaskan panas, proses ini berlangsung tidak sema pada setiap organ tubuh. Misalnya adanya reaksi kimia dalam hati dan kontraksi otot anggota tubuh, panas yang dihasilkan diedarkan ke seluruh tubuh sehingga kesamaan temperature terjadi di seluruh tubuh dan tetap terpelihara, demikian juga hilangnya panas dari kulit dapat diatur sehingga temperature tubuh tetap konstan
f. Mengatur distribusi Hormon
Hormon adalah zat –zat kimia yang mempengaruhi proses metabolism dalam tubuh, dari kelenjar yang menghasilkan, hormone diangkut oleh plasma ke bagian tubuh yang memerlukan, setiap hormon dapat mempengaruhi kerja satu atau lebih organ tubuh dan berfungsi untuk menjaga keseimbangan kerja organ tubuh.
g. Menutup luka
Bila terjadi luka, darah keluar di sekitar luka. Fibrinogen dalam plasma darah berubah bentuk menjadi fibrin yang keluar dari plasma seperti serabut dan membentuk anyaman pada luka untuk menutup darah yang keluar sehingga darah membeku dan luka tertutup, selain itu, fibrin juga berfungsi untuk mencegah masuknya bakteri serta zat – zat racun lainnya, darah menggumpal, membeku, kering, dan mengeras sehingga luka terhindar dari infeksi, sementara jaringan baru terbentuk.
h. Mencegah infeksi
Kulit merupaan penghalang masuknya beberapa macam bakteri ke dalam tubuh yang dilengkapi dengan cairan berupa lender dan zat – zat kimia, jika kulit rusak, misalnya luka atau lecet, kemungkinan bakteri dapat masuk. Sel darah putih akan keluar dari kapiler yang akan melawan bakteri yang masuk, jika darah putih tidak dapat bertahan dan mati bersama – sama dengan rusaknya jaringan yang berada di sekitarnya akan menimbulkan bengkak juga membentuk nanah
Darah putih menghancurkan bakteri dengan cara menggumpalkan sebelum bakteri masuk ke sistem sirkulasi, jika ada bakteri yang bisa masuk kedalam pembuluh darah kemudian ikut dengan aliran darah maka segera ditangkap oleh granulosit didalam kelenjar limfa, limfa, dan hati, darah putih dalam jaringan ini disebut makrofage
Untuk mencegah infeksi luka harus dirawat dengan baik. Luka perlu diberi obat untuk menghilangkan bakteri, selain itu perlu dibalut dengan kain pembalut yang bersih dan steril atau suci hama sehingga bakteri mati, demikian pula pakaian, tangan, dan alat – alat lainnya harus steril
Luka yang agak dalam perlu diberi suntikan anti tetanus serum (ATS) secepat mungkin karena kemungkinan bakteri tetanus masuk ke dalam luka. Bakteri tetanus yang masuk ke dalam luka akan mengeluarkan toksin tetanus yang sangat berbahaya karena menyerang system saraf dan sukar dilawan oleh antbodi di dalam tubuh, dengan adanya suntikan ATS, bakteri tetanus tidak dapat berkembang baik dan akhirnya binasa.
Post a Comment
Post a Comment
=> Silahkan komentar sesuai dengan topik artikel
=> Komentar yang menggunakan link tidak akan dipublish